Bandar Lampung – Inovasi berbasis limbah pertanian kembali hadir di Desa Sabah Balau, Kecamatan Tanjung Bintang, Provinsi Lampung. Program Studi Teknik Biosistem Institut Teknologi Sumatera (Itera), Teknik Pertanian Universitas Lampung (Unila), bersama Kelompok Tani Karya Makmur dan masyarakat setempat berkolaborasi dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM).
Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan kemandirian pangan ternak melalui produksi pakan pelet berbahan limbah pertanian.
Kegiatan tidak hanya mengajarkan pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) dalam pengolahan bahan pakan lokal, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru. Limbah pertanian yang biasanya terbuang kini dapat diolah menjadi pakan ternak bergizi tinggi sekaligus pupuk organik cair ramah lingkungan.
Dengan mengusung semboyan “Dari Alam Kembali ke Alam”, program ini menegaskan pentingnya pemanfaatan sumber daya alami untuk menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian. Inovasi ini sejalan dengan konsep ekonomi sirkular yang semakin relevan bagi pembangunan desa berkelanjutan.
Antusiasme masyarakat Desa Sabah Balau terlihat jelas selama penyampaian materi dan diskusi.
Narasumber Liman S.P.T., M.Si., menekankan bahwa pengolahan limbah menjadi pakan pelet mampu meningkatkan kandungan gizi sekaligus efisiensi penyimpanan.
“Pakan pelet memiliki nilai gizi seragam dan praktis, sehingga lebih unggul dibandingkan pakan hijauan konvensional,” ujarnya.
Melalui sinergi antara akademisi, perangkat desa, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan memperkuat rantai pasok lokal, meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pakan impor.
Program ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi berbasis kearifan lokal dapat menjadi solusi tepat guna dalam mendukung kemandirian pangan dan ketahanan peternakan di Lampung.
Salah satu perwakilan Kelompok Tani Karya Makmur, Bambang, menyampaikan apresiasi atas adanya program tersebut.
“Kami merasa terbantu dengan adanya teknologi ini. Limbah yang sebelumnya tidak bernilai kini bisa menjadi pakan ternak berkualitas. Harapannya kegiatan seperti ini terus berlanjut dan memberi manfaat jangka panjang,” kata Bambang.
Kelompok tani juga menambahkan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi membawa angin segar bagi desa.
“Kami bangga bisa bekerja sama dengan Itera dan Unila. Inovasi ini menunjukkan bahwa desa juga bisa mandiri dan produktif dengan memanfaatkan potensi lokal,” ujarnya.
Tim PkM terdiri dari dosen Prodi Teknik Biosistem Itera: Harmiansyah, S.T., M.T., Ni Wayan Arya Utari, S.TP., M.Sc., Muh. Kusmali, S.TP., M.Si., Setyadi Gumaran, S.T., M.Si., Agapetalia Indriyawati, S.T., M.Sc., Frida Yassar Maula, M.Si., Restika Putri, S.T., M.T., Zumaida Nur Pulungan, M.Si., dan Kristya Hadi Wicaksono, S.T., M.T.
Sedangkan Tim PkM Teknik Pertanian Unila meliputi: Ir. Sri Waluyo, S.TP., M.Si., Ph.D., Ahmad Tusi, S.TP., M.Si., Ph.D., Cicih Sugianti, S.TP., M.Si., Ph.D., serta Dwi Dian Novita, S.TP., M.Si.
Kegiatan ini juga melibatkan Himpunan Mahasiswa Teknik Biosistem sebagai wujud peran aktif mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat.
Ke depan, program ini akan berfokus pada pendampingan Kelompok Tani Karya Makmur agar dapat memproduksi pakan ternak secara mandiri berbasis limbah pertanian dengan memanfaatkan alsintan yang tersedia. Hasil produksi akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak kelompok tani maupun masyarakat sekitar.
