wartakhas.com -Krisis kemanusiaan di Jalur Gaza makin memilukan. Kementerian Kesehatan Gaza mengumumkan, korban tewas akibat kelaparan dan malnutrisi kini mencapai 212 orang, di mana 98 di antaranya adalah anak-anak.
Angka tragis ini melonjak tajam. Hanya dalam 24 jam terakhir, 11 orang meninggal di rumah sakit-rumah sakit Gaza. Fakta ini menambah panjang daftar korban yang terus berjatuhan sejak awal tahun.
Menurut data Kemenkes Gaza, sepanjang 2025 ini saja sudah ada 158 kematian akibat kelaparan. Jumlah ini jauh lebih besar dibanding tahun sebelumnya, yaitu 50 kasus kematian pada 2024 dan empat kasus pada 2023. Tren peningkatan ini menunjukkan situasi di Gaza makin memburuk.
PBB pun tak tinggal diam. Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Volker Türk menyebut kelakuan Israel yang menolak pasokan makanan ke warga Gaza sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.
“Pemandangan orang-orang kelaparan di Gaza itu sungguh menyayat hati dan tidak bisa diterima,” ujar Türk.
Israel, lanjut Türk, terus membatasi aliran bantuan kemanusiaan. Jumlah bantuan yang diizinkan masuk jauh di bawah kebutuhan, membuat warga sipil terus menderita.
Krisis ini bermula dari serangan roket Hamas pada 7 Oktober 2023. Serangan itu menewaskan 1.200 orang di pihak Israel. Sebagai balasan, Israel melancarkan operasi militer besar-besaran, menyerang target sipil, dan memblokade total Jalur Gaza. Semua pasokan vital —air, listrik, bahan bakar, makanan, dan obat-obatan— dihentikan, memicu bencana kemanusiaan yang tak terhindarkan.
